Image


27MEI

Cara Lengkap Budidaya Lele Sistem Bioflok

Dikalangan masyarakat Indonesia ikan lele bukanlah ikan yang asing lagi untuk dikonsumsi. Jenis ikan tawar ini banyak sekali peminatnya. Meski banyak orang yang menganggap ikan lele adalah ikan yang jijik karena hidup di rawa atau empang dan makanan yang dikonsumsi juga makanan yang dianggap kotor. Namun, toh peminatnya dari hari ke hari makin banyak saja.

Bahkan karena tingginya permintaan sekarang ikan lele tidak hanya dipelihara di empang, tapi mulai dibudidayakan di kolam lele yang lebih modern yakni kolam terpal. Kolam ikan terpal kini banyak digunakan karena harga terpal lebih murah dan juga lebih efisien, hemat dan ringkas. Jika pada kolam biasa perlu beberapa kali mengganti air tidak demikian dengan kolam terpal. Hal inilah yang menjadikan banyak yang beralih ke kolam terpal.

Budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal kini semakin banyak ditemui mengingat banyaknya permintaan pasar untuk konsumsi terutama warung atau rumah makan mahal. Banyak aneka olahan lele yang bisa dinikmati.

Kini bukan hanya masyarakat kelas bawah saja yang mau mengkonsumsi ikan tawar ini. kini masyarakat kelas atas pun telah jadi penggemar ikan lele yang mulai masuk restoran mahal. Jadi tidak salah kalau budidaya ikan lele ada dimana-mana. Peluang usaha untuk budidaya ikan lele sangat terbuka lebar serta menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi.

 

Tahap Awal Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal Sistem Bioflok

Budidaya lele kolam terpal menggunakan sistem bioflok saat ini menjadi pilihan banyak peternak ikan lele karena memang sudah mendapat dukungan dari pemerintah dan juga memang permintaan pasar yang terus meningkat. Dibanding kolam beton yang dulu banyak digunakan atau kolam terpal lainnya kolam terpal menjanjikan banyak keunggulan. Kolam ini banyak menghemat air, tenaga, waktu serta pakan yang biasanya dikeluhkan banyak peternak ikan lele dan juga bisa menghasilkan panen hingga 3 sampai 4 kali lipat dari biasanya. Karena pakan yang digunakan dalam kolam terpal bioflok berbeda dengan pakan yang dipakai dalam kolam terpal biasa.

Kolam terpal bioflok memakai probiotik berupa mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengurai kotoran ikan  lele menjadi pakan yang berguna. Jadi pakan yang digunakan lebih hemat.

Tahap awal yang perlu dipersiapkan dalam budidaya ikan lele dengan kolam terpal bioflok adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan Kolam Terpal Bioflok

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok telah banyak dilirik karena berbagai keunggulannya. Sistem bioflok sendiri adalah cara ternak lele dengan menciptakan mikroorganisme dan membuat limbah pemeliharaan menjadi gumpalan kecil yang digunakan sebagai pakan alami ikan lele.

Kolam terpal dengan sistem bioflok dibuat dengan plastik terpal atau bisa digunakan kolam terpal siap pakai yang banyak dijual di beberapa toko online seperti kolamterpal.net Agar ikan lele yang nantinya ditebar dapat beradaptasi maka kolam yang telah berisi air perlu dibiarkan beberapa hari agar ph air juga stabil.

  1. Pemilihan Benih Lele Berkualitas

Dalam pemilihan benih juga tidak bisa sembarangan dalam hal ini. Agar saat panen di dapat ikan lele yang berkualitas maka perlu dipilih benih yang berkualitas  juga, yakni bibit yang unggul.

Tips memilih benih yang unggul adalah:

  • Pilih bibit yang sehat dalam artian ukuran tubuh proporsional.
  • Bibit juga harus aktif dan lincah.
  • Ukurannya seragam Riwayat indukan juga perlu diperhatikan.
  • Jika indukan punya riwayat sakit tentu tidak cocok dipilih.
  1. Cara Penaburan Benih

Banyak orang yang beranggapan menebar benih tidak perlu teknik tertentu. Padahal pola penebaran benih juga berpengaruh pada kualitas ikan lele saat panen nanti. Penebaran benih tidak bisa dilakukan dengan asal karena merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam kegiatan awal budidaya ikan lele.

Untuk menebar benih lele terdapat cara yang harus diperhatikan:

  • Waktu Penebaran Benih Lele

Waktu untuk menyebar benih ikan lele tidak bisa sembarangan. Ada waktu yang tepat untuk melakukannya yakni pada pagi hari sekitar jam 07.00-09.00. sedangkan saat sore waktu yang tepat untuk menebar benih adalah pada jam 15.30-17.30. kenapa pada jam tersebut karena suhu tidak terlalu panas, dan menghindari terik matahari langsung yang dapat menyebabkan perubahan suhu yang draktis pada benih lele. Setelah menebar benih juga tidak boleh langsung diberi pakan.

  • Seragamkan ukuran bibit lele

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah ukuran bibit. Ukuran yang ditebar harus ideal dan seragam agar tidak mengganggu yang lain. Pada prosesnya, bibit lele akan tumbuh tidak sama. Terkadang ada yang sudah sangat besar ada juga yang masih terlihat kecil sehingga sangat besar prosentase kanibalisme lele yang berimbas pada pengurangan jumlah. Dengan menyeragamkan ukuran bibit lele, kita dapat menekan dan meminimalisir sifat kanibal ikan lele sehingga jumlah bibit dapat dijaga keutuhannya.

 

Tahap Pemeliharaan Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal Sistem Bioflok

Pemeliharaan ikan lele bukanlah hal yang sulit. Namun, bukan berarti pemeliharaan bisa dilakukan dengan asal. Pemeliharaan dilakukan agar ikan lele dapat berkembang dengan baik dan tidak mengalami stres serta tidak mengalami berbagai penyakit yang umumnya banyak menjangkiti ikan lele.

Untuk budidaya ikan lele dengan sistem kolam bioflok yang perlu diperhatikan adalah kualitas air serta pertumbuhan mikroorganisme yang menjadi pakan utama dalam kolam terpal bioflok.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan budidaya lele adalah:

  1. Manajemen Air Kolam Lele

Dalam kolam terpal bioflok pengaturan air sangat diperhatikan karena pengaturan air dalam kolam bioflok lebih spesifik dan detail. Sebelum ditebar bibit air dalam kolam terpal perlu dikondisikan terlebih dahulu selama 5-7 hari.

Kualitas air juga perlu dikontrol. Jika airnya hijau akan berpengaruh pada nafsu makan ikan lele. Jika berwarna cerah tidak terlalu pekat dan ikan bergerak aktif artinya kualitas air baik.

Untuk awal pengisian ada beberapa tahap yang harus dilalui dalam persiapan awal pengaturan air:

  • Hari pertama adalah pengisian air dalam kolam terpal.
  • Hari kedua penggaraman yang berfungsi untuk menstabilkan PH air.
  • Garam yang digunakan harus garam grosok.
  • Hari kelima pemberian molase.
  • Hari ketujuh pemberian probiotik

PH air dalam kolam terpal perlu dijaga untuk menghindari ikan lele tidak stres juga agar menghasilkan ikan lele yang berkualitas. Karena jika PH tidak sesuai standart maka saat panen ikan lele yang didapat jauh dari kualitas yang baik juga bisa menyebabkan ikan lele mati.

  1. Manajemen Pakan Lele

Berbeda dengan kolam terpal biasa, kolam terpal sistem bioflok menggunakan pakan yang berbeda. Jika kolam terpal biasa menggunakan pelet maka pada kolam terpal bioflok menggunakan probiotik mikroorganisme yang berkembang dalam kolam.

Dengan adanya pakan probiotik ini dapat menghemat pakan sebanyak 50% serta dapat menggemukkan ikan lele dalam kolam. Selain meningkatkan kualitas ikan lele, probiotik yang digunakan juga mudah dicerna oleh ikan lele.

  1. Manajemen Pakan Lele

Pemilihan pakan juga menentukan kualitas dalam pemeliharaan ikan lele. Pakan yang digunakan tidak boleh asal-asalan. Untuk kolam terpal dengan sistem bioflok dipilih pakan yang sesuai dengan sistem bioflok. Umumnya yang digunakan adalah probiotik.

Saat ini banyak peternak ikan lele yang mengeluhkan harga pakan yang terlalu tinggi. Untuk menyiasatinya dibuatlah pakan alternative seperti probiotik atau semacam Azolla yang kini sedang marak digunakan sebagai pakan ikan untuk mengganti pakan pelet yang biasanya banyak digunakan peternak ikan lele.

  1. Porsi Pakan Lele

Dalam pemeliharaan, porsi pakan juga harus diperhatikan. Memberi makan ikan lele tidak boleh asal tebar pakan pada kolam juga tidak boleh asal waktu untuk memberi pakan. Porsi pakan disesuaikan dengan banyaknya ikan lele dalam kolam terpal.

Tidak boleh kurang karena ikan lele termasuk ikan kanibal. Jika pakan yang diberikan kurang akan mengganggu ikan yang lain.Waktu memberi pakan juga perlu diperhatikan. Sebaiknya porsi pakan yang diberikan pada ikan lele adalah dua kali sehari yaitu pagi dan sore.

  1. Pemberian Obat

Pemberian obat ini dilakukan jika ada penyakit yang menyerang ikan lele. Banyak jenis penyakit pada ikan lele. Untuk pemberian obat juga tidak boleh sembarangan harus sesuai dengan jenis penyakit. Lebih bagusnya menggunakan obat alami. Baca juga, Jenis penyakit lele dan cara mengobatinya.

 

Tahap Panen Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal Sistem Bioflok

Masa panen lele biasanya berkisar 3 bulan dari masa tebar benih, akan tetapi, dengan adanya sistem bioflok, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih pendek mulai dari 1,5 hingga 3 bulan.

Salah satu bukti nyata dari sistem ini adalah program yang telah dijalankan oleh Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta yang telah sukses memanen ikan lele hanya dalam kurun waktu 45 hari seperti dikutip dari Tribun news.

Untuk melakukan panen, terlebih dahulu kolam terpal harus dikosongkan airnya untuk memudahkan dalam pemanenan. Jika dari tahap awal hingga sebelum panen semua yang dilakukan sesuai prosedur kolam terpal sistem bioflok maka hasil panen yang di dapat akan luar biasa.

Sudah bukan rahasia lagi jika ikan lele yang dibudidayakan dalam kolam terpal dengan sistem bioflok akan lebih gemuk dari ikan lele ternak kolam biasa. Masa panen juga lebih cepat.

Faktor yang perlu dijaga agar masa panen lele tepat waktu, yaitu:

  1. Jaga Kualitas Air

Kualitas air sangat berpengaruh pada perkembangan ikan lele dalam kolam. Meski umumnya ikan lele tumbuh ditempat yang keruh, bukan berarti kondisi air dalam kolam juga dibiarkan keruh.

  1. Jaga Kepadatan Tebar Kolam

Saat menebar benih pada awal budidaya ada hal yang harus diperhatikan dengan seksama. Yaitu kepadatan tebar kolam. Satu kolam tidak boleh melebihi isi ideal benih. Baiknya benih dalam kolam terpal idealnya berisi 200-400 ekor/m2. Jika terlalu banyak maka akan mengganggu kelangsungan hidup ikan lele dalam kolam. Akibatnya tidak dihasilkan panen yang maksimal.

  1. Jaga Kepadatan Tebar Kolam

Ada ketentuan saat memberikan pakan pada ikan lele. Untuk kolam terpal bioflok adalah menggunakan probiotik. Takaran dalam pemberian pakan juga perlu diperhatikan.

Selain porsi pemberian pakan yang pas, waktu pemberian pakan juga ada ketentuan sendiri.

Baiknya pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari. Tidak boleh melebihi takaran porsi serta waktu karena akan mengganggu stabilitas kehidupan ikan lele dalam kolam terpal.

  1. Pemilihan Bibit Lele

Bibit juga berpengaruh dalam panen yang dilakukan. Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal serta berkualitas hendaknya dipilih bibit ikan lele yang juga berkualitas.

Saat ini umumnya bibit ikan lele yang sering digunakan adalah varietas ikan lele jenis Sangkuriang karena sudah terkenal bahwa ikan lele jenis ini lebih unggul serta punya kualitas daging yang bagus.

Masa panen ikan lele Sangkuriang juga relatif cepat. Artinya biaya yang dikeluarkan dalam pemeliharaan budidaya ikan lele dapat terkontrol.

ARTIKEL TERBARU

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia