Image


22MEI

Keunggulan Lele Sangkuriang

Budidaya ikan lele salah satu hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia karena ikan lele adalah jenis ikan yang cukup mudah budidayanya. Tak jarang banyak sekali orang yang memilih budidaya lele menjadi usaha sampingan untuk pemasukan tambahan. Atau bahkan ada juga yang menggunakan budidaya lele sebagai penghasilan tetap. Kita bisa mengambil peluang dari usaha budidaya ikan lele, karena permintaan pasar akan kebutuhan ikan lele sangat tinggi.

Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha yang mudah dilakukan. Tidak perlu modal dengan jumlah yang tinggi untuk memulai usaha budidya ikan lele. Anda hanya memerlukan peralatan untuk membuat kolam lele, dan membeli bibit lele. Ikan lele sangkuriang bisa menjadi pilihan bibit ikan lele untuk dibudidayakan karena pemeliharaannya yang cukup mudah dan panennya yang banyak. Kunci sukses untuk bisnis budidaya ikan lele yaitu menjaga kualitas air kolam agar ikan lele tetap sehat dan yang terpenting menjaga benih ikan lele agar tidak rusak terkena hama dan penyakit. Manajemen lingkungan yang baik akan membantu bibit ikan lele tumbuh dengan baik sehingga panen juga lebih banyak. Keuntungan bisa didapat dengan banyak pula.

Dalam usaha ikan lele model pendederan atau pembesaran kita bisa memilih benih yang akan kita pilih, dari benih sangkuriang atau bahkan Mutiara, semuanya sebenarnya sama-sama ikan lele, namun dari situ ada beberapa perbedaan masing-masing dan keunggulannya loh.

Berawal dari menurunnya keunggulan lele dumbo yang semakin hari semakin pudar, maka dimulailah penelitian dan usaha untuk memperbaiki kualitas lele dumbo. Menurut para pakar, penurunan tersebut disebabkan karena kesalahan dalam pembenihan lele yang terjadi di masyarakat. Banyak ikan lele dumbo yang dikawinkan dengan kerabatnya sendiri (inbreeding). Hal ini memicu penurunan kualitas indukan lele dumbo. Karena pemijahan benih lele menggunakan calon indukan yang salah, lambat laun benih ikan lele dumbo yang beredar di masyarakat semakin turun kualitasnya.

Dengan menggunakan metode silang balik (back cross) ternyata lele dumbo bisa diperbaiki kualitasnya. Kawin silang balik yang dilakukan BBPBAT adalah mengawinkan indukan betina generasi ke-2 atau biasa disebut F2 dari lele dumbo yang pertama kali didatangkan pada tahun 1985, dengan indukan jantan lele dumbo F6.

Perkwainannya melalui dua tahap, pertama mengawinkan indukan betina F2 dengan indukan jantan F2, sehingga dihasilkan lele dumbo jantan F2-6. Kemudian lele dumbo F2-6 jantan ini dikawinkan lagi dengan indukan F2 sehingga dihasilkan ikan lele Sangkuriang.

Proses penelitian ikan lele Sangkuriang memakan waktu yang cukup lama. Dua tahun setelah itu benih lele Sangkuriang baru diperkenalkan secara terbatas. Pengujian dilakukan pada tahun 2002-2004 di daerah Bogor dan Yogyakarta. Baru pada tahun 2004, dikeluarkan Keputusan Menteri Kelautan tentang pelepasan varietas ikan lele Sangkuriang kepada publik.

Perbandingan yang paling mencolok antara ikan lele dumbo dengan ikan lele Sangkuriang antara lain, adalah kemampuan bertelur (fekunditas) ikan lele sangkuriang yang mencapai 40.000-60.000 per kg induk betina dibanding lele dumbo yang hanya 20.000-30.000, derajat penetasan telur dari ikan lele sangkuriang lebih dari 90% sedangkan lele dumbo lebih dari 80%.

Keunggulan lele sangkuriang

  1. Pertumbuhan Lebih Cepat

Jika dibandingkan dengan lele dumbo, lele sangkuriang memiliki masa pertumbuhan yang lebih cepat. Lele dengan panjang 2 hingga 3 sentimeter hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh hari untuk mencapai panjang 5 sampai 6 cm. Sementara lele dumbo membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 40 hari. Pertumbuhan ini akan lebih cepat bila lele dipelihara di daerah yang panas. Suhu minimal untuk membudidayakan ikan lele sangkuriang yaitu 25 derajat Celsius.

  1. Bertelur Lebih Banyak

Kemampuan ikan lele sangkuriang untuk bertelur lebih tinggi jika dibandingkan dengan lele dumbo. Begitu juga dengan kemampuannya dalam menetaskan telur, yang mengungguli ikan lele dumbo sekitar 10 persen.

  1. Tahan Terhadap Penyakit

Ikan lele sangkuriang tahan penyakit. Dibuktikan oleh penelitian oleh Balai Besar Pembangunan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dengan ditemukannya bakteri Trichoda sp dan Ichthiophthirius sp. Lendir di tubuh lele sangkuriang dapat melindunginya dari serangan bakteri. Akan tetapi, pencegahan dari serangan penyakit lebih baik dilakukan.

  1. Produksi Tinggi

Kemampuan bertelur ikan lele sangkuriang yang tinggi tentu ada hubungannya dengan tingkat produktivitasnya yang lebih cepat siap panen. Dibanding lele dumbo, lele sangkuriang masih mengungguli bagian ini.

  1. Pemeliharaan Lebih Mudah

Pemeliharaan ikan lele sangkuriang terbilang lebih mudah karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Cukup dengan terpal saja karena lele sangkuriang cocok di daerah beriklim panas.

Bahkan, untuk membudidayakan ikan lele sangkuriang tidak sama dengan memelihara ikan jenis air tawar lainnya yang harus memperhatikan keadaan kolam seperti kadar oksigen dan suhu. Hal ini dikarenakan kemampuannya yang baik dalam beradaptasi dengan air. Pakan ikan lele sangkuriang sangat mudah karena cocok dengan pakan ikan jenis apapun.

  1. Kualitas Bagus

Konon, daging ikan lele sangkuriang lebih baik dari segi kepadatan nutrisi dan rasanya. Berbeda dengan ikan lele dumbo yang lebih kaya akan lemak, lele sangkuriang memiliki kandungan omega 3 dan minim kandungan lemaknya.

Kelemahan Sangkuriang

Hampir sama dengan kelemahan jenis ikan lele pada umumnya, ikan lele sangkuriang tidak tahan terhadap perubahan pH air. Bila terjadi hujan, ada baiknya dilakukan pembersihan terhadap kolam ikan meski akan menghilangkan plankton yang menempel.

Hujan yang bersifat asam dapat menyebabkan kematian ikan lele sangkuriang. Apalagi di daerah perkotaan yang tingkat keasaman air hujannya lebih tinggi. Meski demikian, hal ini tidak menutup kemungkinan pengembangan budidaya ikan lele sangkuriang akan menguntungkan.

 

Baca juga, Ciri-ciri fisik lele sangkuriang

ARTIKEL TERBARU

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia