Image


23MEI

Lele Mutiara

Lele mutiara adalah strain lele yang dibentuk dari gabungan persilangan strain ikan lele Mesir, Phyton, Sangkuriang dan Dumbo yang diseleksi selama 3 generasi pada karakter pertumbuhan.

Dikutip dari situs resmi BPPI Sukamandi, lele mutiara dilepaskan ke masyarakat luas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 77/KEPMEN-KP/2015. Tentunya penetapan lele sebagai prioritas oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya. 

Mutiaramerupakan singkatan dari Mutu Tinggi Tiada Tara. Jenis atau strain lele ini diharapkan menjawab permasalahan masyarakat pada umumnya dan pembudidaya ikan lele pada khususnya. Dengan munculnya strain lele mutiara, diharapkan pembudidaya lebih produktif dalam membudidaya ikan lele dan dapat menutup tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi ikan lele.

Hasil uji lapang menunjukkan hasil yg konsisten (stabil), benih ikan lele MUTIARA memiliki performa pertumbuhan dan parameter-parameter produktivitas yg selalu lebih tinggi (unggul) serta keuntungan usaha 2-9 kali lipat daripada benih-benih pembandingnya, sehingga sesuai utk digunakan dalam usaha pembesaran di berbagai lokasi dan sistem pembesaran.

Dilihat dari proses budidaya lele mutiara, teknik budidaya lele mutiara pada dasarnya sama saja dengan teknik budidaya lele lainnya. Bahkan tidak terdapat perbedaan sedikitpun seperti halnya teknik budidaya lele strain afrika yang di introduksi ke Indonesia. Pembudidayaan lele dapat menggunak sistem konvensional, sistem akuaponik ataupun sistem akukultur total.

Dari pengalaman kami sebagai pembudidaya ikan lele, kami pernah mencoba memijahkan strain lele mutiara dan juga lele sangkuriang. Terdapat perbedaan memang dari strain keduanya, namun tidak terlalu signifikan. Dilihat dari segi jumlah telur, keduanya hampir sama, tetapi jika dilihat dari pertumbuhannya lele mutiara sedikit lebih unggul dan lebih cepat pertumbuhannya. 

Ciri-ciri Fisik Lele Mutiara:

  • Memiliki warna lebih hitam pekat dan mengkilat dibandingkan lele jenis lain seperti sangkuriang, dumbo, dan phyton.
  • Memiliki sirip yang lebih mekar.
  • Bentuk tubuh lebih ramping dan panjang dibandingkan lele jenis lain.
  • Ukuran kepala lebih kecil yaitu kira-kira 20% dari panjang tubuhnya.

Ciri-ciri fisik diatas berdasarkan pengalaman dan apa yang kami amati, untuk lebih lengkapnya anda dapat mengunjungi situs resmi BPPI Sukamandi. Lele mutiara dilihat dari ciri-ciri fisiknya memang tidak jauh berbeda dengan jenis lele lain, bahkan jika kita tidak mengamatinya dengan teliti kita akan kesulitan untuk mengetahui bahwa lele tersebut merupakan jenis lele mutiara.

Keunggulan Lele Mutiara:

  1. Laju pertumbuhan tinggi : mencapai 10-40% lebih tinggi dari pada lele jenis lain.
  2. Waktu matang gonad lebih cepat.
  3. Masa panen lebih cepat : benih ikan lele mutiara berukuran 5-7 cm atau 7-9 cm dengan padat tebar 100 ekor/m2 berkisar 40-50 hari, sedangkan pada padat tebar 200-300 ekor/m2 berkisar 60-80 hari.
  4. Keseragaman ukuran relatif tinggi : tahap produksi benih diperoleh 80-90% benih siap jual dan pemanenan pertama pada tahap pembesaran tanpa sortir diperoleh ikan lele ukuran konsumsi sebanyak 70-80%.
  5. Rasio konversi pakan (FCR = Feed Conversion Ratio) relatif rendah : 0,6-0,8 pada pendederan dan 0,8-1,0 pada pembesaran.
  6. Daya tahan terhadap penyakit relatif tinggi: sintasan (SR = Survival Rate) pendederan benih berkisar 60-70% pada infeksi bakteri Aeromonas hydrophila (tanpa antibiotik).
  7. Toleransi lingkungan relatif tinggi: suhu 15-35 oC, pH 5-10, amoniak <3 mg/L, nitrit < 0,3 mg/L, salinitas 0-10 %.
  8. Produktivitas relatif tinggi: produktivitas pada tahap pembesaran 20-70% lebih tinggi daripada benih-benih strain lain.

Dikutip dari situs mitalom, terdapat bukti nyata bahwa lele mutiara lebih unggul dibanding dengan strain lele lain. 

Budidaya pembesaran ikan lele mutiara telah di ujicoba di Kampung Lele, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 yang lalu, wilayah tersebut merupakan kawasan perkolaman pembesaran ikan lele yang sangat terkenal di Boyolali.

Dalam uji coba tersebut benih ikan lele Mutiara berukuran 5 – 7 cm sebanyak 100 ribu ekor ditebar di 10 buah kolam pembesaran, atau masing-masing kolam ditebar sebanyak 10 ribu ekor.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Buletin Penelitian Pemu­liaan Ikan Vol. 4/2 Tahun 2015, kegiatan Iptekmas pembesaran ikan lele Mutiara di Kampung Lele, Boyolali memberikan bukti keunggulan ikan lele Mutiara. Hasil kegiatan antara lain produktivitas hasil panen meningkat dan masa panen singkat.

Sebelumnya produktifitas ikan lele di Boyolali relaif rendah. Dengan penebaran benih sebanyak 10 ribu ekor hanya diperoleh hasil panen berkisar 300 -600 kg. Dengan menggunakan benih ikan lele mutiara dengan jumlah tebar yang sama dapat diperoleh hasil panen sekitar 700 – 900 kg.

Penggunaan benih ikan lele Mutiara telah meningkatkan efisiensi pakan sekitar 10 %, sehingga proporsi keuntungan usaha yang diperoleh pembudidaya juga meningkat sekitar 30 – 60 %.

Pada uji coba ini pembudidaya ikan lele di Boyolali hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk menghasilkan ikan lele siap panen ukuran 6-10 ekor per kilogram. Persentase kematian benih juga rendah sehingga pembudidaya dapat memperoleh keuntungan yang lebih tinggi.

Lele mutiara diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak bibit lele yang berkualitas, serta dapat meningkatkan produktifitas bagi pembudidaya ikan lele. Dengan meningkatnya produksi ikan lele, maka membantu memenuhi kebutuhan permintaan pasar terhadap ikan lele. Tentunya dengan hasil produksi yang lebih maksimal, akan memperbaiki perekonomian bagi para pembudidaya ikan lele.

Demikian tulisan ini kami rangkum, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita bersama serta memberi manfaat bagi pembaca. 

 

Baca juta, Keunggulan Lele Sangkuriang.

ARTIKEL TERBARU

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia