Image


27FEB

Menentukan Kolam Gurami

Ikan gurami merupakan ikan yang sangat ternama terutama di kawasan Asia. Rasanya yang gurih dan lezat, membuat ikan ini sangat digemari oleh masyarakat luas. Tingkat kesulitan dalam budidaya ikan gurami terbilang cukup tinggi, sehingga tidak banyak orang yang berhasil membudidayakan ikan gurami.

Kesulitan dalam budidaya ikan gurami, tingkat permintaan yang sangat tinggi dari konsumen, dan memiliki cita rasa yang sangat lezat membuat ikan gurami memiliki harga selangit. Ikan gurami terkenal dengan ikan yang mahal, harga per kilo dipasar bisa mencapai Rp. 50.000 s/d Rp. 75.000.

Dengan harga yang cukup tinggi tersebut, banyak masyarakat yang berlomba - lomba untuk membudidayakan ikan gurami meskipun memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Untuk membudidayakan ikan gurami, terdapat beberapa tahapan yaitu pembenihan dan pembesaran. Pada masing-masing tahap memiliki kebutuhan kolam yang berbeda tentunya.

Berikut ini merupakan kebutuhan kolam untuk budidaya ikan gurami.

 

Kolam Pemijahan

Kolam pemijahan ikan gurami sangat disarankan dengan menggunakan kolam tanah dan memiliki ketinggian air berkisar antara 30-60 cm. Ketinggian kolam pemijahan gurami akan lebih baik jika pada pinggiran kolam lebih dangkal. Dalam teorinya, untuk memasang sosog sebagai sarang bertelur ikan gurami diperlukan kedalaman 25-40 cm dari permukaan air, tetapi dalam prakteknya, ikan gurami bahkan dapat bertelur meskipun sarangnya hanya tertanam pada 5cm dari permukaan air.

Kita dapat menggunakan sosog sebagai sarang ikan gurami untuk bertelur, tetapi dapat juga membiarkan ikan gurami untuk membuat sarangnya sendiri. Dengan meletakkan sampah jerami seperti debog pisang, rumput-rumput kering, dedaunan kering, dan lain sebagainya kedalam kolam pemijahan ikan gurami. 

Kolam pemijahan juga harus dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air, sehingga ikan gurame selalu mendapat kondisi air yang segar. Secara fisik, air yang baik juga menjamin ketersediaan oksigen bagi gurame dan telur-telur yang sudah dibuahi saat pemijahan.

Selain itu, di dalam kolam juga harus dipasang bahan sarang dan sosog. Sosog sebagai tempat sarang telur diletakkan 25-30 cm dari permukaan air kolam, sementara bahan sarang dapat diletakkan di permukaan air atau di kedalaman 5-10 cm dari permukaan air.

Sarang Pemijahan

Bahan sarang yang biasa disiapkan untuk gurame dapat berupa kelapa, rajutan karung, atau ijuk yang diletakkan di atas para-para atau anyaman tali. Para-para tersebut dapat dibuat menyembul di permukaan air atau dibenamkan sedalam 5 – 10 cm. Penempatan bahan sarang ini dimaksudkan untuk memudahkan bagi induk jantan dalam menyusun sarang. Pembuatan sarang oleh gurame biasanya berlangsung satu hari sampai dua minggu. Tempat sarang dibuat dari anyaman bambu atau keranjang. Letaknya sejajar dengan permukaan air.

Kolam Pendederan Gurami

Pendederan merupakan kegiatan membesarkan benih gurami hingga siap diturunkan kedalam kolam pembesaran. Proses penetasan telur gurami akan lebih baik dilakukan pada kolam kecil, bisa berupa kolam terpal, akuarium, ataupun bak air biasa. Kolam pendederan gurami seperti itu akan memudahkan kita dalam memantau perkembangan benih gurami, selain itu hal tersebut juga agar benih gurami tidak menjadi mangsa bagi ikan atau makhluk lain.

Setelah telur menetas, jangan lupa untuk menaruh airator pada kolam atau bak penetasan sebagai suplai oksigen. Benih ikan gurami dapat dipindahkan kedalam kolam yang lebih luas jika sudah mencapai ukuran biji oyong, tetapi disarankan masih menggunakan kolam terpal.

Kolam Pembesaran

Bibit ikan gurami dengan ukuran kuku hingga ukuran korek dapat dipindahkan kedalam kolam pembesaran. Kolam pembesaran sangat bervariasi, dapat menggunakan kolam beton, kolam tanah, bahkan kolam terpal. Ukuran luas kolam diperhitungkan berdasarkan jumlah bibit gurami.

Pada prakteknya, kolam tanah merupakan kolam terbaik untuk pembesaran ikan gurami. Hal tersebut karena dasar kolam tanah dapat menyerap racun, atau amoniac pada air kolam. Selain itu, pada kolam tanah akan sangat cepat tumbuh micro organisme yang dapat dijadikan makanan bagi ikan gurami. Dengan demikian, ikan gurami akan lebih cepat tumbuh besar dibandingkan pada kolam terpal ataupun kolam beton.

ARTIKEL TERBARU

Memulai Budidaya IKAN GURAMI

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia