Image


16JAN

Menentukan Lahan Dan Lokasi Kolam

Menentukan lahan dan lokasi kolam pembenihan merupakan satu tindakan yang cukup penting. Meskipun kebanyakan pembudidaya kurang memperhatikan hal tersebut, namun tidak ada salahnya kita lebih peduli pada lahan dan lokasi kolam pembenihan. Pertimbangan dan perhitungan yang tepat dalam menentukan lahan dan lokasi kolam pembenihan akan mempengaruhi pada kesehatan bibit ikan, dan kelancaran usaha yang kita jalankan.

Faktor - faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lahan dan lokasi kolam pembenihan ikan lele sebagai berikut:

  • Geografi

Jika dilihat dari segi geografi, lahan untuk budidaya lele paling baik berada di ketinggian antara 1-700 meter diatas permukaan laut (mdpl),  dengan curah hujan sedang. Sedangkan lokasi di atas 700 mdpl kurang baik untuk pertumbuhan lele karena udara yang terlalu dingin menyebabkan metabolismenya kurang maksimal, sehingga menyebabkan masa panen menjadi lama dan pakan menjadi boros. Hal ini juga menyebabkan telur-telur menetas dengan waktu yang lama 3-8 jam. Sementara untuk pertumbuhan larva lele di perlukan suhu kisaran 26° - 30° C dan untuk pemijahan membutuhkan suhu 24° - 28° C.

Namun jangan khawatir, faktor geografi memanglah penting untuk dipertimbangkan dalam menentukan lokasi lahan kolam pembenihan, akan tetapi pada faktanya berdasarkan pengalaman yang kami lihat, ada orang – orang yang berhasil melakukan pembenihan pada dataran tinggi dengan suhu atau iklim yang dingin meskipun hasilnya tidak seoptimal pada lahan yang mempunyai letak geografis ideal.

 

  • Sumber Air

Setelah kita menemukan lahan dan lokasi yang tepat berdasarkan geografis, ini saatnya mencari lokasi dan lahan yang dekat dengan sumber air. Karena hal ini sangat penting dalam pembenihan ikan lele. Ketersedian sumber air yang bagus, jernih , tidak tercemar limbah , PH (derajat keasaman air) berkisar antara 6 - 8 dan tidak kenal musim, sehingga tidak menghambat dalam proses budidaya ikan lele kedepannya.

Jika anda tidak memiliki lahan yang dekat dengan sungai atau saluran air lainnya, anda dapat membuat sebuah sumur sebagai sumber airnya. Menurut penyuluh perikanan yang membimbing kelompok kami, sumber air yang paling bagus untuk pembenihan ikan lele justru berasal dari sumur. Selain jernih, air dari sumur juga memiliki kadar PH yang baik dan sudah melalui tahap filter oleh lapisan tanah.

 

  • Sinar Matahari

Sinar matahari di dalam budidaya ikan lele juga sangat di perlukan, karena dengan panas matahari ini membuat air di dalam kolam akan terasa hangat, sehingga akan tumbuh plankton serta pakan alami untuk larva lele, serta mempercepat pertumbuhan ikan lele nantinya. Pada dasarnya, bibit lele memang lebih bagus dengan keadaan air hangat yang berasal dari sinar matahari karena mengandung vitamin D yang dibutuhkan bibit lele agar dayan tahan tubuhnya baik.

 

  • Curah Hujan

Hujan merupakan salah satu faktor alam yang tidak dapat kita salahkan dalam proses budidaya ikan lele. Meskipun air hujan sering kali menjadi penyebab gagalnya budidaya, namun hal tersebut dapat kita tangani jika kita mau perduli. Faktanya, jika air hujan dapat kita tangani dengan baik itu justru sangat bagus untuk bibit ikan lele. Hangatnya sinar matahari memang penting, namun tidak baik jika berlebihan. Begitu juga dengan air hujan, jika tidak berlebihan maka itu tidak jadi masalah. Maka kita dapat mengakalinya dengan membuat penutup atap yang terbuat dari paranet atau jaring. Pada dasarnya, budidaya ikan lele membutuhkan air hujan dan juga membutuhkan sinar matahari tapi jangan berlebihan. Dengan jaring atau paranet, sinar matahari tidak masuk secara berlebihan, air hujanpun tidak masuk secara langsung.

 

 

ARTIKEL TERBARU

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia