Image


20MEI

Menentukan Ukuran Kolam Budidaya Lele

Dalam budidaya ikan lele, saat ini telah banyak teknik yang digunakan untuk budidaya ikan lele. Teknik – teknik yang digunakan dalam budidaya ikan lele, tidak lepas dari penentuan jenis kolam yang digunakan. Seiring perkembangan teknologi, saat ini terdapat beberapa jenis kolam yang digunakan untuk budidaya ikan lele. 

Kolam – kolam yang digunakan untuk budidaya ikan lele:

  1. Kolam terpal biasa
  2. Kolam beton
  3. Kolam tanah
  4. Kolam Drum
  5. Kolam Fiber

Dari beberapa kolam diatas, banyak juga digunakan kolam buatan lainnya. Bahkan dalam beberapa kasus, petani ikan lele menggunakan ember biasa yang ukurannya agak besar. Penentuan kolam sangat tergantung pada kreatifitas petani lele. 

Terlepas dari jenis kolam yang digunakan, untuk menentukan jumlah bibit dalam kolam anda juga perlu memperhitungkan ukuran kolamnya. Jumlah bibit dalam kolam jika tidak sesuai dengan ukuran kolam, maka itu sangat berpengaruh dalam keberhasilan budidaya ikan lele. Tidak sedikit yang menebar terlalu banyak bibit ikan lele dengan tujuan untuk memperbanyak keuntungan, tetapi justru malah akhirnya merugi akibat tidak memperhitungkan antara jumlah bibit lele yang ditebar dengan luas dan kedalam kolam.

Lalu ukuran kolam yang ideal itu berapa luasnya?. Tidak ada patokan pasti dalam menentukan ukuran kolam, ukuran dan kedalam kolam secara ideal memperhitungkan jumlah bibit yang ditebar. Dalam keadaan normal, ukuran kolam 1 meter persegi dengan kedalaman juga 1 meter, paling ideal di tebar bibit sebanyak 200 ekor. Dengan perhitungan tersebut maka kita bisa menyimpulkan, jika kita menebar 1000 bibit ikan lele maka ukutan kolam yang dibutuhkan adalah 5 meter persegi dengan kedalaman kolam 1 meter. 

Tapi tunggu dulu, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Jika dalam teori bisa dihitung seperti rumusan diatas, namun sebagai petani ikan lele disarankan jangan terlalu teoritis. Kita juga harus mempertimbangkan kualitas air kolam. Semakin padat bibit lele yang kita tebar, maka kualitas air akan lebih cepat menurun. 

Sekarang mari kita bayangkan, jika ukuran kolam 1 meter persegi dan kedalaman juga 1 meter, dengan jumlah bibit lele sebanyak 200 ekor. Mungkin semuanya akan baik – baik saja jika ukuran bibit masih kecil, bahkan jika benih lele masih ukuran 5-7 cm kebawah, kita bisa menebar 500 ekor atau lebih dalam kolam berukuran 1 meter persegi. Kita harus ingat, bahwa bibit yang kita tebar dalam kolam semakin hari semakin bertambah besar. Jika lele yang ditebar sudah mencapai ukuran remaja atau ukuran konsumsi, apakah kolam dengan ukuran 1 meter persegi cukup untuk menampung 200 ekor lele?, tentu saja jawabannya tidak. Kasus yang berbeda kita bayangkan pada ukuran kolam 5 meter persegi, apakah mampu untuk menampung ikan lele sejumlah 1000 ekor dengan ukuran lele remaja atau konsumsi?, jawabannya yaa cukup. 

Sebagai petani ikan lele, sangat tidak disarankan untuk terlalu teoritis dalam berbudidaya ikan lele. Teori memang penting, tetapi lebih penting kita melihat ke lapangan langsung. Penentuan ukuran kolam budidaya ikan lele sangat fleksibel dan sangat tergantung dari beberapa hal seperti jumlah bibit yang akan ditebar, kualitas air, bahkan hingga ukuran bibit lele. 

Semakin besar kepadatan ikan lele dalam kolam berapapun ukurannya maka kita harus jeli dalam melihat perkembangan kualitas air. Jika kita melihat kualitas air sudah menurun, maka kita harus segera menggantinya. 

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dalam proses budidaya di kelompok Elsa Farm. Mungkin terdapat banyak sekali kekurangan dalam tulisan ini, atau bahkan tidak sesuai dengan beberapa kondisi di daerah lain. Semoga pengalaman yang kami tuiskan ini bermanfaat dan dapat dijadikan pengetahuan untuk anda memulai budidaya ikan lele.

ARTIKEL TERBARU

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia