Image


24MEI

Panduan Lengkap Budidaya Lele Tahap Pembenihan

Siapa yang tak kenal ikan lele, salah satu ikan yang menjadi favorit dan sangat banyak dikonsumsi bukan hanya di Indonesia, tetapi hingga luar negeri. Tingginya tingkat konsumsi ikan lele, membuat ikan berkumis ini menjadi ikan yang banyak dibudidayakan oleh petani ikan. Bahkan masyarakat umum juga kerap kali membudidayakannya sendiri dalam skala kecil. Setiap tahunnya, produksi ikan lele selalu meningkat, tetapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan atau daya konsumsi masyarakat. Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek), kebutuhan ikan Lele setiap harinya bahkan mencapai 240 ton lele konsumsi. Kita tidak bisa membayangkan, berapa banyak ikan lele yang dikonsumsi setiap harinya di seluruh Indonesia.

Tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan lele, menjadikan peluang bisnis bagi masyarakat untuk membudidayakan ikan berkumis ini. Dari pengalaman kami, sebarapa banyakpun kami memproduksi bibit lele, selalu kurang untuk memenuhi permintaan pembeli. Terkadang orang akan ragu untuk memulai budidaya ikan lele karena takut jika ikan hasil budidayanya tidak laku dipasaran. Percayalah, jika anda telah terjun dan berhasil membudidayakan ikan lele dalam prosesnya anda akan kualahan untuk mengatasi tingginya pembeli.

Jika anda memiliki niat untuk memulai budidaya ikan lele, maka lebih baik mencari referensi dahulu. Banyak hal yang harus dipelajari terlebih dahulu agar budidaya yang akan anda lakukan berhasil. 

Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan pengalaman kami dalam membudidaya ikan lele pada segmen pembenihan. Anda harus memahami, bahwa budidaya ikan lele memiliki segmen yang harus anda pilih, terlebih lagi jika anda seorang pemula dan baru akan memulai budidaya lele.

Segmen budidaya lele menurut kami dibagi menjadi 3 segmen yaitu:

  • Segmen Pembenihan
  • Segmen Pendederan
  • Segmen Pembesaran

Lalu segmen manakah yang harus anda pilih.? masing-masing segmen memiliki kebutuhan dan modal yang berbeda. Jika anda sudah berpengalaman, boleh saja anda melakukan budidaya dalam ketiga segmen itu sekaligus.

Kali ini kami akan membagikan cara budidaya lele pada segmen pembenihan. Pembenihan ikan lele merupakan suatu kegiatan budidaya dalam rangka memproduksi benih lele dari hasil pemijahan ikan lele. Pembenihan ikan lele dengan memijahkannya memiliki metode dan teknik yang berbeda.

Metode pembenihan atau pemijahan ikan lele yaitu:

  • Pemijahan secara alami

Pemijahan ikan lele secara alami merupakan pemijahan dengan teknik mengawinkan induk lele jantan dan betina dalam sebuah kolam pembenihan. Dikatakan pemijahan secara alami, karena indukan ikan lele melakukan perkawinan dan bertelur sesuai dengan keinginan mereka sendiri tanpa campur tangan manusia.

  • Pemijahan semi alami

Pemijahan ikan lele semi alami merupakan pemijahan dengan sedikit bantuan manusia, yaitu dengan memberikan sebuah rangsangan kepada indukan lele dengan obat ataupun zat kimia sehingga ikan lele dapat lebih cepat melakukan perkawinan dan bertelur.

  • Pemijahan buatan

Pemijahan lele buatan merupakan salah satu teknik pemijahan yang paling sadis menurut kami, karena pembudidaya mengeluarkan telur dari perut ikan lele dengan paksa dan mencampurkan telur tersebut dengan sperma lele jantan agar dapat menetas. Teknik pemijahan buatan sering dilakukan oleh pembudidaya berkala besar.

Kami akan mempersempit sudut pembahasan agar lebih mudah dipahami, kita bahas mengenai Pemijahan secara alami saja. Karena pemijahan secara alami adalah teknik pemijahan yang paling mudah dilakukan, bahkan bagi pemula dan masyarakat awam dapat melakukan pemijahan lele secara alami. Ada beberapa proses yang harus dilakukan dalam pembenihan ikan lele hingga kita dapat menghasilkan benih dengan jumlah yang maksimal.

Kebutuhan yang harus disiapkan dalam budidaya ikan lele pada segmen pembenihan secara alami, yaitu:

  • Induk Jantan dan Betina yang telah siap dipijahkan/ matang gonad. 

Baca artikel Induk lele siap pijah, jika anda masih belum mengetahuinya. Indukan yang berkualitas menentukan juga kualitas benih yang dihasilkan, jika anda memang berminat anda dapat membeli lele yang dikhususkan untuk indukan di balai perikanan. Jika tidak berminat, anda boleh menggunakan indukan ikan lele darimanapun asalkan indukan tersebut memenuhi syarat untuk pemijahan. Perlu diketahui, bobot atau ukuran ikan lele juga sangat berpengaruh terhadap jumlah telur yang akan dihasilkan.

  • Kolam Pemijahan dan Kolam Benih

Kolam pemijahan lebih baik menggunakan kolam terpal kotak dengan lebar 2x3 meter dan ketinggian air kurang lebih 30 cm. Jangan menggunakan kolam terlalu lebar, karena itu akan membuat proses perkawinan induk lele jantan dan betina semakin sulit. Kolam benih juga harus anda siapkan karena jika telur lele sudah menetas, anda harus memindahkannya ke kolam lain. Kolam yang digunakan untuk memijah, biasanya dalam waktu beberapa hari kualitas airnya akan menurun draktis, maka dari itu benih yang sudah menetas akan dipindahkan ke kolam lain.

  • Ember Sortir

Ember sortir digunakan untuk mensortir benih lele jika sudah waktunya untuk disortir. Sortir sangat diperlukan dalam proses budidaya lele untuk menyeragamkan ukuran benih lele agar mengurangi kanibalisme lele.

  • Kakaban

Kakaban merupakan satu media yang digunakan sebagai tempat bertelurnya ikan lele. Kakaban dapat anda buat sendiri dengan menggunakan ijuk atau bahan lain yang kasar. Anda bisa menggunakan paranet ataupun waring, tetapi perlu diketahui dari pengalaman kami, hasil maksimal menggunakan kakaban dengan bahan ijuk.

  • Cacing Sutra

Cacing sutra juga harus anda siapkan karena cacing sutra merupakan pakan utama bagi benih lele yang sudah menetas. Banyak pakan yang telah kami coba untuk diberikan kepada benih lele yang kami budidayakan seperti telur, sari ikan tongkol, dan lain sebagainya. Tetapi bagaimanapun juga, belum ada pakan yang menandingi kualitas cacing sutra untuk diberikan kepada benih lele. Anda dapat membelinya dari pembudidaya cacing sutra atau mencarinya sendiri. Yang jelas, sebelum anda memulai pemijahan lele, diharapkan anda sudah memiliki gambaran dari mana anda harus mendapatkan cacing sutra sebagai pakan benih lele.

Tahap Budidaya Lele Pada Segmen Pembenihan

  1. Isi air kedalam kolam pemijahan dengan kedalaman kurang lebih 30 cm. Jangan gunakan air PAM, sangat disarankan menggunakan air sumur atau air dari sumber lain yang tidak tercemar. Perhatikan juga kejernihan air, gunakanlah air yang jernih karena jika air kolam pemijahan keruh, induk ikan lele terkadang tidak mau bertelur.
  2. Letakkan kakaban ke dasar kolam pemijahan, tindih dengan pemberat seperti batu atau yang lain agar pada saat perkawinan terjadi kakaban tidak berantakan. 
  3. Lakukan seleksi indukan, carilah indukan yang sudah siap untuk dipijahkan. Perbandingan yang ideal adalah 1 pejantan lele dikawinkan dengan 2 betina lele. Anda bisa menggunakan 1 pejantan lele dan 1 betina lele. Tidak disarankan menggunakan 2 pejantan karena dapat memicu perkelahian. 
  4. Masukkan terlebih dahulu induk lele jantan dan biarkan ia menguasai kolam selama 10 sampai 30 menit, kemudian baru masukkan induk lele betina. Perlu diketahui, peletakkan indukan dilakukan di sore hari antara jam 15:00 s/d 18:00, karena proses pemijahan lele akan berlangsung pada malam hari.
  5. Pastikan kolam pemijahan diberi penutup terutama pada bagian pinggiran kolam. Tidak jarang induk lele akan melompat-lompat saat proses pemijahan terjadi. 
  6. Hindarkan dari kebisingan dan keramaian. Biarkan mereka tenang dan menguasai kolam pemijahan, anda tinggal menunggu dan menengoknya esok hari.
  7. Periksalah kolam pemijahan sekitar jam 07:00 s/d jam 09:00 pagi hari. Lihat pada kakaban, apakah telur - telur lele sudah nampak menempel pada kakaban.
  8. Segera angkat semua indukan lele dan pindahkan indukan ke kolam indukan.
  9. Biarkan telur-telur lele itu, sehari setelahnya telur-telur itu akan menjadi larva dan nampak bergerak. 
  10. Anda tidak perlu memberikan pakan kepada larva lele selama 3 hari, dihari ke-4 barulah berikan pakan berupa cacing sutra dalam porsi sedikit.
  11. Semakin hari, larva lele akan semakin rakus dan mampu dengan cepat memakan cacing sutra, tambahkan porsi cacing sutra setiap harinya. Pemberian cacing sutra dapat berlangsung selama 20 hari, itu akan menghasilkan benih yang bagus. Bisa saja anda memberikan cacing sutra kurang dari 20 hari, tetapi itu akan mengurangi gizi yang diberikan pada benih lele.
  12. Dalam prosesnya, perhatikan kualitas air pada kolam. Jika kolam semakin keruh dan lumut semakin bandel, segera pindahkan benih - benih lele ke kolam lain yang sudah disiapkan sebelumnya
  13. Setelah 21 hari, anda perlu melakukan penyortiran benih lele. Gunakan ember sortir yang sudah anda siapkan. Biasanya pada umur 21 hari, anda akan mendapatkan bibit lele dengan ukuran 2-3 cm, 3-4 cm, bahkan ada juga yang sudah mencapai ukuran 4-6 cm. Penyortiran dilakukan paling baik diwaktu pagi atau sore hari, hindari proses sortir pada siang hari dan hindari terik matahari langsung. Perlu anda ketahui juga, jika akan melakukan penyortiran sebelumnya jangan memberikan pakan kepada benih lele.
  14. Sampai dengan tahap ini, anda sudah memiliki bibit lele dan siap untuk dijual dalam bentuk bibit untuk selanjutnya dapat dibudidayakan pada tahap pendederan. Anda dapat menjualnya terserah pada ukuran berapa.

ARTIKEL TERBARU

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia