Image


20FEB

Rahasia Perawatan Bibit Ikan Lele Di Kolam Terpal

Ikan lele semakin diminati karena rasanya yang enak dan harganya relatif murah. Kuliner sekarang semakin banyak yang menyajikan ikan lele dalam menu makanan mereka. Oleh karena itu, para pengusaha ikan lele harus terdidik dengan baik mengenai budidaya ikan lele.

Merawat dan menjual ikan lele sangat mudah, menjadikannya pilihan yang tepat untuk budidaya. Usaha budidaya ikan lele memiliki banyak peluang dan selalu meningkat setiap tahunnya. Lele dapat dibudidayakan dengan mudah baik di kolam terpal, kolam tembok, kolam tanah, bahkan di kolam drum bekas sekalipun.

Untuk memulai budidaya ikan lele bagi pemula dan masih dalam belajar, ada baiknya membudidayakan ikan lele di kolam terpal sebagai masa atau waktu mengenal ikan lele dan sebagai tahap untuk memulai menyukai ikan lele. Karena pada dasarnya, kita harus menyukai apa yang akan kita budidayakan. Ingatlah, bahwa ikan lele memiliki nyawa dan dapat mati, maka kita butuh memahami dalam menanganinya. Selain mudah, harga kolam terpal relatif murah. Hasil lele juga akan berkualitas lebih tinggi menggunakan kolam terpal karena mereka tidak tercemar oleh polusi tanah dan terhindar dari pakan yang membuat orang jijik.

Ikan lele memiliki kandungan kesehatan yang baik, mengandung mineral, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, vitamin B1 dan B2, dan niasin. Meskipun murah tidak berarti itu tidak baik, bukan?

Nah, untuk mengetahui langkah-langkah membudidayakan ikan lele di kolam terpal, lihat penjelasan di bawah ini.

Pertama, pastikan kolam terpal bersih. Kolam terpal didiamkan selama sehari penuh tanpa air, hari berikutnya, isi kolam terpal dengan air setinggi 20 hingga 30 cm. Biarkan air bertahan selama 7 hingga 10 hari untuk pembentukan Moss dan Phytoplankton.

Kemudian Anda bisa menambahkan air dengan ketinggian sekitar 80 hingga 90 cm. Setelah air siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya atau daun singkong. Ini bertujuan agar air kolam dapat menyerap zat - zat biologis yang ada di daun-daun tersebut. Penyerapan terjadi saat penguapan air, mungkin air akan bertambah tinggi atau sedikit berkurang.

Selanjutnya, untuk budidaya lele, pilihlah benih lele yang memiliki ukuran sekitar 5-7 cm atau lebih besar, hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko penyusutan dan kematian bibit lele. Usahakan bibit lele berukuran seragam, karena jika tidak seragam kedepannya akan terjadi selisih ukuran yang signifikan dan menyebabkan ikan lele yang besar memangsa ikan lele yang lebih kecil (kanibal). Setelah kolam dan benih disiapkan, langkah selanjutnya adalah menyebarkan benih ke kolam terpal.

Namun, sebelum proses penebaran benih ikan lele, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Siapkan pupuk kandang, masukkan pupuk kandang kedalam karung/ kandi.
  2. Masukkan karung tersebut ke dalam kolam terpal, baik di tepi atau di tengah kolam. Karung akan bergerak bebas mengambang di permukaan kolam.
  3. Seminggu kemudian, tarik dan celupkan berulang kali seperti membuat teh, lalu angkat karung tersebut. Ini agar pupuk benar-benar diserap oleh air.

Pengelolaan air kolam terpal seperti diatas dilakukan untuk menumbuhkan mikroorganisme didalam air dan menjadikan air berkualitas baik. Meskipun terkesan sepele, tapi ini sangat penting demi kesehatan bibit lele agar tidak mudah terserang penyakit.

Setelah itu, sebarkan bibit lele ke dalam kolam secara perlahan. Penyebaran benih ikan lele baik di pagi atau sore hari karena tidak terkena kontak langsung dengan sinar matahari. Hindari penebaran bibit pada siang hari atau saat matahari terik, karena itu akan mempengaruhi suhu air saat penebaran. Air kolam yang terlalu panas akan menyebabkan bibit lele kaget terhadap perubahan suhu yang terlalu draktis.

Setelah semua dilakukan dengan tahapan yang benar, maka mulailah anda masuk ke dalam tahap perawatan bibit lele. Dalam proses perawatan bibit lele di kolam terpal, terdapat 2 faktor yang sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ikan lele, yaitu:

  • Pengelolaan Air
  • Pemberian Pakan

Dua kunci tersebut harus benar - benar anda perhatikan. Anda harus selalu melakukan kontrol terhadap kualitas air. Jika terkena air hujan terlalu banyak, kurangi air kolam dan tambah dengan air yang baru. Jika air terlihat mulai mengental dan menimbulkan bau, lakukan juga pergantian air sebagian.

Untuk pemberian pakan, anda dituntut untuk melakukannya dengan teratur dan dengan porsi yang tepat. Belajarlah tentang perhitungan FCR. Selain jadwal pakan yang teratur, anda juga harus mempertimbangkan jenis pakan yang tepat untuk bibit lele. Kalian bisa memberikan pakan dengan ful pelet selama budidaya, tetapi akan lebih baik jika diberi makanan tambahan seperti keong mas, cacing, plankton, belatung, dan lain sebagainya. Dan jangan lupa untuk tidak memberi pakan saat akan hujan, atau sedang hujan. Selain nafsu makan berkurang saat hujan, air hujan juga memiliki zat asam yang kurang cocok untuk bibit lele. 

ARTIKEL TERBARU

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia