Image


27MEI

Tips Sukses Budidaya Lele Sistem Bioflok

Dibandingkan kolam terpal atau kolam beton kini kolam terpal dengan sistem bioflok telah banyak digunakan sebagai solusi untuk para peternak ikan lele dengan lahan terbatas.

Sejak diperkenalkan kolam terpal dengan bioflok telah banyak diuji coba pada berbagai macam jenis ikan tawar. Kolam terpal bioflok ada yang berbentuk bulat atau pun kotak. Untuk mendapatkannya sekarang pun tidak sulit banyak yang telah menjual kolam terpal siap pakai.

Setelah banyak dilakukan uji coba ternyata sistem budidaya ikan lele ini mempunyai banyak sisi keunggulan yang salah satunya adalah sangat efektif menekan angka kematian seperti yang telah kami jelaskan pada artikel kami sebelum ini.

Pertama tentu kolam ini tidak memakan lahan yang luas, lebih hemat air karena tidak perlu sering diganti, hemat tenaga,hemat pakan karena kolam ini memakai probiotik sebagai pakan, hemat waktu dan hasil panen yang lebih banyak dan bagus.

Budidaya ikan lele dengan kolam terpal bioflok telah banyak ditemui, namun tidak semua sukses menjalankan budidaya dengan sistem ini.

Agar sukses dalam budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal ada tips yang harus anda perhatikan:

  • Bibit Lele

Hal pertama sebelum memulai budidaya ikan lele, harus diketahui lebih dulu varietas ikan lele manakah yang terbaik. Karena dengan bibit yang berkualitas akan di dapat panen ikan lele yang berkualitas juga hingga keuntungan yang di dapat pun bisa berlipat. Saat ini varietas lele yang unggul adalah varietas lele Sangkuriang dan Mutiara, anda bisa memilih salah satu dari strain lele tersebut. 

Jika memang sangat sulit untuk mendapatkan strain lele sangkuriang atau mutiara, anda bisa juga menggunakan bibit lele biasa yang entah apa jenisnya. Tapi ingat, anda harus memperhatikan kualitas bibit lele tersebut, usahakan anda mendapatkan bibit lele dari tahap sortiran pertama. Bibit lele dari pembudidaya yang didapat dari sortiran pertama, memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada sortiran-sortiran berikutnya.

  • Ukuran Kolam Lele

Dibandingkan kolam terpal biasa atau kolam beton kini kolam terpal dengan sistem bioflok telah banyak digunakan sebagai solusi untuk para peternak ikan lele dengan lahan terbatas. Sejak diperkenalkan kolam terpal dengan bioflok telah banyak diuji coba pada berbagai macam jenis ikan tawar.

Kolam terpal bioflok ada yang berbentuk bulat atau pun kotak. Untuk mendapatkannya sekarang pun tidak sulit banyak yang telah menjual kolam terpal siap pakai. Setelah banyak dilakukan uji coba ternyata sistem budidaya ikan lele ini mempunyai banyak sisi keunggulan yang salah satunya adalah sangat efektif menekan angka kematian seperti yang telah kami jelaskan pada artikel kami sebelum ini.

Pertama tentu kolam ini tidak memakan lahan yang luas, lebih hemat air karena tidak perlu sering diganti, hemat tenaga,hemat pakan karena kolam ini memakai probiotik sebagai pakan, hemat waktu dan hasil panen yang lebih banyak dan bagus.

Sesuaikan ukuran kolam dengan lahan yang anda punya, ikan lele memang dapat bertahan hidup meskipun berada pada area yang sempit. Semakin besar ukuran kolam yang anda buat, semakin banyak bibit lele yang dapat ditebar, dan semakin besar juga peluang keuntungannya. 

  • Kepadatan Bibit Lele Dalam Kolam

Perhatikan juga perbandingan bibit pada tiap kolam saat tebar benih pada awal budidaya. Jika pada saat tebar benih, bibit ikan yang diberikan pada tiap kolam terlalu banyak tidak akan menghasilkan ikan yang bagus dan gemuk. Selain itu, semakin padat bibit lele dalam kolam semakin besar pula resiko kematian lele. 

Kolam dengan penebaran bibit sangat padat, mungkin dapat bertahan. Tetapi perlu diperhatikan bahwa kualitas air akan sangat cepat menurun dan sangat riskan terhadap penyakit. Anda dapat melakukan tebar bibit dengan padat, tetapi anda harus sangat ekstra dalam menjaga kualitas air dan harus selalu mengamati perkembangan lele yang anda budidayakan. Jika dalam pengamatan melihat adanya sesuatu yang tidak beres, maka segeralah mengambil tindakan pencegahan, hal tersebut untuk menghindari kerugian besar.

  • Kondisi Air Kolam Terpal

Kesiapan terpal meliputi pengisian air, kondisi terpal yang harus didiamkan sementara sebelum tebar benih serta kualitas PH air dalam kolam. Untuk mencegah penyakt serta menstabilkan PH air perlu dilakukan penggaraman dengan garam grosok. Kebanyakan orang sangat terburu-buru dalam melakukan budidaya pertama kali tanpa memperhatikan kualitas air dalam kolam. Bersabarlah, pastikan air dalam kolam telah siap barulah melakukan penaburan bibit lele.

  • Kualitas Pakan Lele

Jika media dan bibit telah terkondisikan dengan baik, kualitasnya juga bagus, maka kondisi pakan juga perlu perhatian. Untuk mendapatkan ikan lele yang bagus pakan yang diberikan harus pakan dengan kualitas bagus dan sesuai dengan sistem bioflok. Selain itu, sesuaikan ukuran pakan dengan ukuran bibit lele agar lele dapat dengan mudah memakannya. Dari pengalaman kami, kami memberikan pakan berupa pelet LP dengan kandungan protein sekitar 30%. Semakin tinggi kandungan protein, semakin baik untuk lele.

 

ARTIKEL TERBARU

Tags

Opportunie.com
Ribuan informasi lowongan pekerjaan di seluruh dunia